Handcuffs yang Menjadi Kontroversi

Menang dengan meninggalkan kontroversi. Laga Chievo vs Juventus yang berakhir dengan 2-0 untuk kemenangan si Nyonya Besar menyisakan keputusan wasit pemimpin pertandingan, Fabio Maresca, dan bek tuan rumah, Fabrizio Cacciatore. Laga ini kemudian berpeluang menyulut kembali isu negatif bagi Juventus. Semua itu hanya karena bahasa tubuh Cacciatore yang memperlihatkan “handcuffs” (tangan yang terikat), tanda ada yang tidak beres dengan laga tersebut.

Simbol atau tanda tangan yang terikat tersebut dalam sepak bola Italia memberikan pesan bahwa “pertandingan telah diatur”. Simbol ini pernah diperlihatkan Jose Mourinho ketika masih menangani FC Internazionale. Saat itu, Mourinho mendapatkan sanksi denda 40 ribu euro dan tidak boleh mendampingi timnya dalam tiga pertandingan. Kini, sanksi seperti itu kemungkinan besar juga akan menerima Cacciatore.

Sarri (Napoli) menjadi pemantik pertama untuk membangkitkan isu Calciopoli, dan kini Cacciatore dengan tanda handcuffs sepertinya bisa memperbesar kontroversi ini. Insiden handcuffs menurut kubu Juventus dan pers Italia lainnya diprediksi bakal mendapatkan respons dari kubu Napoli dan para klub yang tidak menyukai Juventus. Namun, benarkah ada pengaturan hasil dalam laga Chievo vs Juventus? Atau apakah jadwal yang dikeluhkan Sarri memang benar telah dipersiapkan pihak tertentu di Lega Calcio?

Untuk simbol yang diperlihatkan Cacciatore, si pemain sendiri sebenarnya sudah meminta maaf, setelah laga tersebut berakhir. Lalu, keputusan wasit memberikan kartu merah kepada pemain 31 tahun ini sebenarnya juga tindakan yang wajar karena jelas-jelas Cacciatore memperlihatkan sikap yang memancing, memprovokasi. Yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa mantan pemain Sampdoria tersebut sampai memperlihatkan aksinya itu. Dua kali dia memperlihatkannya, pertama ketika diminta untuk menepi dulu sedangkan yang kedua di pinggir lapangan ketika akan masuk setelah permintaan dari wasit. Aksi yang kedua lebih menarik karena dia memperlihatkannya di balik punggungnya.

Untuk saat ini, Juventus dengan kemenangan ini sempat memimpin klasemen meski akhirnya harus kembali ke posisi kedua setelah kemarin Napoli menang 3-1 atas Bologna. Sisi positif dari laga ini khususnya dari sisi Juventus, keberhasilan Gonzalo Higuain mengakhir kebuntuannya dalam mencetak gol. Penyerang yang mencetak gol kedua si Nyonya Besar dalam laga ini sebelumnya memang tidak mampu menorehkan gol dalam enam pertandingan beruntun Seri A atau 618 menit tanpa gol.

%d bloggers like this: