Usai Serangkaian Terjadi, Bagaimana Mental Para Pemain Leicester ?

Usai Serangkaian Terjadi, Bagaimana Mental Para Pemain Leicester ?
Usai Serangkaian Terjadi, Bagaimana Mental Para Pemain Leicester ?

Usai Serangkaian Terjadi, Bagaimana Mental Para Pemain Leicester ?

Frank Sinclair, mantan penggawa Leicester City, mempertanyakan mental para pemain klub tersebut menyusul diberhentikannya Claudio Ranieri sebagai manajer.

Ranieri dipecat sembilan bulan setelah mengantar Leicester menjuarai Premier League. Pemecatan dilakukan akibat laju buruk The Foxes musim ini sehingga sekarang cuma berjarak satu angka dari zona merah.

Ada pula laporan yang menyatakan bahwa Ranieri sudah kehilangan kendali di ruang ganti, dengan para pemainnya diklaim tak senang dengan metode latihan dan pemilihan timnya.

“Saya tidak sepakat dengan hal itu (manajer kehilangan kendali pemainnya di ruang ganti),” kata Sinclair kepada Kick Off yang dilansir talkSPORT.

“Saya pikir para pemain mesti punya karakter. Mereka digaji untuk melakukan pekerjaannya sebaik mungkin. Dan ketika ada yang mengatakan manajer tak lagi bisa mengendalikan pemain, saya pikir pemainnya sendiri saja yang sudah kehilangan kendali mereka sendiri. Saya pernah berada di ruang ganti berisikan orang-orang yang sudah menyerah. Saya pernah menghadapi pertarungan degradasi, pernah terdegradasi bersama Leicester City, dan bangkit lagi dengan sekumpulan pemain berbeda di Premier League. Saya pernah berada di bawah pancuran mandi ketika pemain lain bicara mengenai rencana musim depan ketika klub terdegradasi dan hal semacam itu.

“Itu semua bukan karena manajernya. Itu lebih kepada karakter masing-masing pemainnya. Tergantung para pemain untuk bisa tetap mengendalikan ruang ganti,” sebut mantan pemain internasional Jamaika kelahiran Inggris yang berseragam Leicester pada periode 1998–2004 tersebut.

Sinclair menegaskan apa yang terjadi dengan Leicester saat ini lebih dikarenakan para pemainnya dan bukan semata dosa Ranieri. Ia pun mempertanyakan mental penggawa ‘Si Rubah’ musim ini.

“Orang-orang di dalam dan luar klub sudah banyak mempertanyakan semangat para pemain musim ini. Banyak pemain yang sudah dapat kontrak baru: apa itu membuat mereka jadi tak fokus bekerja keras, kehilangan kebersamaan, dan semangat yang sebelumnya mereka miliki? Entahlah, cuma para pemain yang bisa menjawabnya,” ucap Sinclair.

“Anda harus bersimpati kepada Claudio Ranieri karena ia menjadi korban kesuksesannya sendiri. Ia datang ke klub dan melakukan sesuatu yang belum pernah saya lihat seumur hidup di sepakbola lewat pencapaiannya musim lalu. Pada akhirnya hasil menentukan keputusan dan musim ini Leicester tak dapat hasil bagus. Ia pun jadi korban,” sebutnya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: