Tag Archives: Real Madrid

Milla Komentari Hasil EL Clasico dan 500 Gol Messi

Milla Komentari Hasil EL Clasico dan 500 Gol Messi

Milla Komentari Hasil EL Clasico dan 500 Gol Messi

Barcelona sempat tertinggal lebih dulu lewat gol yang diceploskan Casemiro pada menit ke-28. Tapi, Lionel Messi dan Ivan Rakitic berhasil mengembalikkan kedudukan 2-1.

James Rodriguez sempat membuat laga menjadi imbang 2-2. Sebelum Messi jadi pahlawan El Barca menjadi 3-2 di injury time.

Dengan hasil ini, pelatih asal Spanyol itu menilai persaingan perebutan juara semakin seru. Saat ini Blaugrana memimpin klasemen Liga Spanyol dengan raihan 75 poin, sama dengan Real Madrid. Tapi Los Blancos masih menyimpan satu laga.

“Kekalahan Real Madrid dari Barcelona menunjukan kualitas Liga Spanyol saat ini. Kalau Real Madrid menang persaingan akan berakhir,” ujar Luis Milla di Lapangan SPH Karawaci, Tangerang, Selasa (25/4).

Selain mengomentari hasil El Clasico ini, kepada awak media Milla juga membicarakan kehebatan Lionel Messi yang berhasil mencetak rekor baru. Dua gol La Pulga ke gawang Real Madrid membuat dirinya mencapai torehan 500 gol untuk Blaugrana.

Jumlah itu terbagi dengan 343 gol di La Liga, 94 gol di Liga Champions, 43 di Copa del Rey, 12 gol di Piala Super Spanyol, 5 gol di Piala Dunia Antarklub, dan tiga di Piala Super Spanyol.

“Raihan 500 gol membuktikan kualitas Messi. Jumlah golnya itu sudah menjawab kemampuan dirinya seperti apa,” sambungnya.

Komentar Zidane Tentang Paksakan Bale Main Di El Clasico

Komentar Zidane Tentang Paksakan Bale Main Di El Clasico

Komentar Zidane Tentang Paksakan Bale Main Di El Clasico

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, menyatakan bahwa ia tidak menyesali keputusan untuk memainkan Gareth Bale di partai El Clasico kontra Barcelona meski berakhir pada kambuhnya cedera sang pemain. Keputusan itu sendiri diambilnya karena Bale memaksa untuk tetap turun meski belum fit benar.

Bale yang sebelumnya melewatkan pertandingan leg kedua babak perempat final Liga Champions melawan Bayern Munchen, rupanya malah dipasang sejak menit pertama di El Clasico. Padahal sebelumnya Zidane mengkonfirmasi jika winger kidal nan lincah asa Wales tersebut kondisinya tidak memungkinkan.

Hasilnya ternyata cukup fatal. Sebelum laga berakhir Bale sudah harus meninggalkan lapangan dengan kaki nampak kesakitan. Pemain 27tahun ini rupanya memang belum sembuh benar dari cederanya yang didapat di Allianz Arena, markas Bayern.

Gareth Bale kembali mengalami masalah setelah dipaksakan main di El Clasico, Senin (24/4/2017) dini hari WIB.

Zidane tak menyesali keputusannya

Selain kehilangan Bale, Madrid juga harus menahan malu karena dikalahkan sang musuh bebuyutan di rumah sendiri. Dua gol Madrid dari Casemiro dan James Rodriguez tidak berarti apa-apa karena Barca mampu bikin satu gol lebih banyak lewat kaki Ivan Rakitic dan juga brace Lionel Messi.

Tentang blunder pemilihan starting eleven rupanya Zidane tidak mau lama-lama terpuruk apalagi itu adalah keinginan Bale sendiri untuk ikut bermain. Pelatih muda yang akrab disapa Zizou ini lebih fokus untuk menyembuhkan cedera pemain andalannua tersebut.

“Gareth bilang jika ia mau ikut bermain, jadi aku tidak menyesalinya,” papar Zidane pada awak media.

“Ini adalah kejadian yang di luar kontrol kami. Senin nanti kami akan mencari tahu seberapa parah cederanya dan semoga saja tidak harus menepi dalam waktu lama.” tambahnya lagi.

Akibat kekalahan ini, Madrid kehilangan pucuk klasemen yang sudah dipegang hampir sepanjang musim. Meski demikian masih ada satu laga tunda yang belum dimainkan dan akan jadi kartu as terakhir los Galacticos untuk menjadi juara La Liga.

Tinggalkan Chelsea, Hazard Akan ke Real Madrid ?

Tinggalkan Chelsea, Hazard Akan ke Real Madrid ?
Tinggalkan Chelsea, Hazard Akan ke Real Madrid ?

Tinggalkan Chelsea, Hazard Akan ke Real Madrid ?

Real Madrid telah mengadakan ‘pembicaraan positif’ dengan pemain bintang asal Chelsea, Eden Hazard. Pembicaraan tersebut terkait dengan pertukaran pemain asal Belgia itu ke Spanyol.

Demikian dikabarkan oleh media asal Inggris, The Sun. Hazard malah dikabarkan sudah belajar bahasa Spanyol demi memuluskan kepindahannya.

Presiden Los Blancos, Florentino Perez telah memberi tanda kalau klubnya sudah siap mengeluarkan dana yang besar. Bintang Chelsea itu adalah target utama mereka. Sementara itu, pelatih Real Madrid Zinedine Zidane dan Hazard sempat saling melontarkan pujian beberapa tahun terakhir.

Zidane sangat memuji pemain berumur 26 tahun itu. Zidane melontarkan pujiannya sebelum menghadapi Chelsea di International Champions Cup di Michigan, Amerika, Juli lalu.

“Dia adalah pemain yang sangat amat hebat. Tentu saja semua klub menginginkan pemain yang hebat, tetapi dia adalah pemain Chelsea,” ucap Zizou ketika itu.

“Saya selalu senang ketika mendengar pemain yang saya gemari ketika saya kecil membicarakan saya,” ujar Hazard di Website asal Belgia Sudinfo.be tahun lalu.

Ketika ditanyakan apakah dia ingin bermain untuk Zidane, Hazard menambahkan, “Ya tentu saja. Ketika saya masih kecil, saya menontonnya dari televisi dan internet untuk beberapa jam,” tambah Hazard di The Sun.

 

Jelajahi Dunia Baru, Ronaldo Kini Masuk Dunia Akting

Jelajahi Dunia Baru, Ronaldo Kini Masuk Dunia Akting
Jelajahi Dunia Baru, Ronaldo Kini Masuk Dunia Akting

Jelajahi Dunia Baru, Ronaldo Kini Masuk Dunia Akting

Setelah masuk ke dunia bisnis dengan membuat brand CR7 dan membangun hotel di penjuru dunia, kini Cristiano Ronaldo menjajal seni peran. Dia akan bermain di serial drama tv Turki bersama bintang kenamaan Hollywood, Angelina Jolie.

Tahun lalu Ronaldo mengungkapkan dia berniat untuk masuk ke dunia akting dan sekarang niatya tersebut terwujud bahkan lebih dari itu, dia main bareng Jolie.

Bintang Real Madrid ini sekarang sudah menandatangani kontrak untuk membintangi drama, Hayat Koprusu, serial televisi Turki yang fokus di sekitar keluarga Suriah yang melarikan diri dari perang sipil sebagai pengungsi. Serial ini akan di tampilkan di Turki, Timur Tengah dan Amerika Latin pada bulan April ini.

“Kami akan mulai syuting di kota Gaziantep, Turki dekat perbatasan Suriah pada minggu pertama bulan April. Serial ini tentang nasib keluarga pengungsi dan hal-hal yang mereka lalui,” kata direktur Eyup Dirlik (20/2).

“Akan ada penampilan dari aktor dan aktris seluruh dunia termasuk Cristiano Ronaldo, Angelina Jolie dan penyanyi Lebanon, Nancy Ajram,” tambahnya.

Tahun lalu Ronaldo mengatakan dia ingin belajar berakting sebagai modal untuk dirinya setelah pensiun dari sepakbola karena saat ini usianya sudah 32 tahun.

Karier Ronaldo luar biasa di tahun 2016, dia memenangkan Euro bersama Portugal dan Liga Champions bersama Real Madrid sehingga dia layak mendapat Ballon d’Or dan The Best FIFA Men’s Player. Kali ini mungkin dia mengincar Oscar.

Menurut Alaves Ramos Tak Pantas Menuntut Dihormati

Menurut Alaves Ramos Tak Pantas Menuntut Dihormati
Menurut Alaves Ramos Tak Pantas Menuntut Dihormati

Menurut Alaves Ramos Tak Pantas Menuntut Dihormati

Bek dan kapten Real Madrid Sergio Ramos sempat merasa ‘panas’ dengan fans Sevilla. Menurut Dani Alves, Ramos tak pantas menuntut supaya dihormati oleh mereka.

Ramos pernah berseragam Sevilla selama tiga musim. Pada musim panas 2005, pemain internasional Spanyol itu hengkang untuk berlabuh di Madrid pada 2005.

Pada bulan lalu, bek tengah berusia 30 tahun itu menjadi sasaran sebagian suporter Los Rojiblancos saat menyambangi Ramos Sanchez Pizjuan dalam laga Copa del Rey. Di laga tersebut, Ramos mencetak sebuah gol penalti dan merayakan golnya dengan bahasa tubuh yang cukup provokatif.

Usai pertandingan, Ramos sempat mengkritik fans Sevilla karena melakukan chant yang menghina orang tuanya. Namun, dia menegaskan bahwa bagaimanapun juga, dia tetap akan menghormati mereka.

“Di dalam sepakbola, aku ingin sekali diterima dengan berbeda, tapi hal itu tidak akan mengubah apapun,” ujar Ramos ketika itu sambil menunjuk fakta kalau Ivan Rakitic dan Dani Alves yang disambut bak ‘dewa’ oleh fans Sevilla.

Dani Alves dan Ramos pernah menjadi rekan setim selama tiga musim. Pemain yang kini memperkuat Juventus itu tidak sepenuhnya menyalahkan fans Sevilla.

“Kupikir memang sepenuhnya salah kalau Ramos menjadi sasaran ejekan, tapi di saat yang sama dia mungkin tidak dalam posisinya untuk menuntut rasa hormat dari fans, ungkap Dani Alves kepada harian ABC, yang dilansir Football Espana.

“Terus terang, Ramos tidak membuat pencapaian apapun di Sevilla untuk tidak melakukan perayaan gol atau meminta maaf ketika mencetak gol. Aku memperkuat Sevilla enam tahun dan memenangi sejumlah titel juara.”

“Hanya beberapa hari sebelum pindah ke Real Madrid, Ramos menyatakan cinta abadinya untuk Sevilla yang mana itu jadi akar masalah dari kemarahan fans terhadap ramos. Dia masih tersandera dengan kata-katanya itu,” nilai Alves.

Madrid Buktikan Kualitasnya Sebagai Juara Bertahan Liga Champions

Madrid Buktikan Kualitasnya Sebagai Juara Bertahan Liga Champions
Madrid Buktikan Kualitasnya Sebagai Juara Bertahan Liga Champions

Madrid Buktikan Kualitasnya Sebagai Juara Bertahan Liga Champions

Real Madrid telah membuktikan kualitasnya sebagai juara bertahan Liga Champions. Sempat tertinggal lebih dulu dari Napoli, namun Los Blancos berhasil meraih kemenangan 3-1 pada leg pertama babak 16 besar di Santiago Bernabeu, Rabu (15/2).

Publik Bernabeu memang sempat terhenyak lewat gol cepat Lorenzo Insigne di menit kedelapan. Umpan terobosan Marek Hamsik diteruskan dengan tembakan terarah Insigne untuk memperdaya Keylor Navas yang tak berada dalam posisi ideal.

Tertinggal gol justru malah merangsang pasukan El Real tampil lebih agresif. Hasilnya, Karim Benzema sukses mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-18.

Striker asal Perancis itu sukses memanfaatkan umpan silang Dani Carvajal dengan tandukan yang tak bisa diantisipasi Pepe Reina. Kedudukan pun menjadi imbang 1-1.

Benzema nyaris mencetak gol keunggulan bagi Madrid pada menit ke-42, namun bola hasil umpan dari Cristiano Ronaldo masih membentur tiang. Skor imbang 1-1 pun bertahan hingga turun minum.

Mental juara ditunjukkan Madrid di babak kedua. Tuan rumah berbalik unggul 2-1 lewat gol Toni Kroos di menit ke-49. Gelandang asal Jerman itu berhasil meneruskan umpan Cristiano Ronaldo.

Madrid nyaris menambah keunggulan lewat percobaan yang dilakukan Ronaldo maupun Marcelo. Namun, upaya kedua pemain ini masih belum menmui sasaran.

Kerja keras Madrid kembali membuahkan hasil di menit ke-54. Kali ini giliran Casemiro yang mencatat namanya di papan skor lewat sebuah sepak voli yang tak mampu dijangkau Reina. Skor berubah menjadi 3-1.

Napoli nyaris mencetak gol tambahan jika saja Jose Callejon tidak berada di posisi offside. Mantan pemain Madrid itu sempat menjebol gawang Keylor Navas, namun dianulir karena offside. Keunggulan tuan rumah dengan skor 3-1 bertahan hingga laga usai.

Casemiro Sering Berlati Cetak Gol Indah

Casemiro Sering Berlati Cetak Gol Indah
Casemiro Sering Berlati Cetak Gol Indah

Casemiro Sering Berlati Cetak Gol Indah

Kemenangan yang di dapat Real Madrid atas Napoli dengan skor 3-1 memang diwarnai oleh gol indah yang dicetak oleh Casemiro. Casemiro memang mengakui dirinya sudah sering berlatih untuk mencetak gol seperti itu.

Ketika Madrid telah berhasil berbalik unggul 2-1 di awal babak kedua, Casemiro kemudian makin memperbesar peluang lolos Madrid lewat gol indahnya di menit ke-54.

Casemiro berhasil melepaskan tendangan voli dari luar kotak penalti dan mendarat telak di pojok kanan gawang Pepe Reina.

“Saya sudah berlatih tembakan seperti itu dalam banyak kesempatan. Dengan posisi saya di lapangan, maka penting bagi saya untuk bisa menguasai kemampuan tembakan jauh,” ujar Casemiro seperti dikutip dari Marca.

Casemiro memang telah menegaskan sejak awal Real Madrid tidak akan pernah memandang remeh pada Napoli. Karena itu mereka bisa memberikan reaksi bagus ketika tertinggal lebih dulu.

“Sejak awal kami tahu bahwa pertandingan akan sulit karena Napoli sejauh ini sukses menunjukkan performa yang sangat bagus di lapangan,” tutur Casemiro.

Casemiro pun mengakui dirinya menolak untuk menyebut timnya sudah berhasil lolos ke babak perempat final hanya karena timnya berhasil meraih kemenangan atas NApoli.

“Duel di antara kedua tim masih terbuka. Napoli masih sangat berbahaya dan mereka telah menunjukkan kemampuannya hari ini.”

“Kami harus tampil seperti hari ini di leg kedua nanti,” ujar Casemiro.

‘Kemenangan Belum Bisa Yakinkan Kami Lolos Babak Selanjutnya’

'Kemenangan Belum Bisa Yakinkan Kami Lolos Babak Selanjutnya'
'Kemenangan Belum Bisa Yakinkan Kami Lolos Babak Selanjutnya'

‘Kemenangan Belum Bisa Yakinkan Kami Lolos Babak Selanjutnya’

Manajer Real Madrid, Zinedine Zidane telah menegaskan kemenangan 3-1 yang didapat timnya atas Napoli di leg pertama babak 16 besar Liga Champions belum cukup melegakan mereka.

Napoli memang kebobolan lebih dulu oleh Lorenzo Insigne di menit kedelapan sebelum akhirnya mencetak tiga gol balasan lewat Karim Benzema, Toni Kross, dan Casemiro.

“Ini adalah hasil yang adil bagi kami tetapi belum cukup untuk memastikan diri lolos ke perempat final.”

“Kami meraih hasil bagus tetapi belum bisa meyakinkan kami melaju ke babak selanjutnya,” tutur Zidane seperti dikutip dari Football Espana.

Zidane sendiri mengakui Madrid sudah tampil sesuai instruksi sejak awal tetapi kecolongan oleh gol Lorenzo Insigne. Dalam sebuah skema serangan balik, Inisgne melepaskan tembakan spekulasi dari jarak jauh yang tak bisa dibaca dengan baik oleh Keylor Navas.

“Gol Napoli? Begitulah terkadang sepak bola berjalan. Sebuah tim bisa bermain bagus sejak awal, tetapi justru lawan yang sukses mencetak gol lebih dulu.”

“Keadaan saat itu sedikit kacau namun kami berhasil bereaksi dengan baik setelahnya,” ujar Zidane.

Di laga ini, Zidane memutuskan untuk menarik keluar Sergio Ramos di menit ke-71. Keputusan itu terjadi lantaran Ramos dikabarkan mengalami cedera.

“Dia sudah merasa sedikit tak nyaman sejak awal pertandingan (jadi saya menariknya keluar). Selain itu ia juga telah mendapatkan kartu kuning saat itu,” tutur mantan pemain Juventus ini menegaskan.

Laga leg kedua di markas Napoli, Stadion San Paolo akan berlangsung pada 7 Maret mendatang.

‘Napoli Bisa Menang Lawan Siapapun’

'Napoli Bisa Menang Lawan Siapapun'
'Napoli Bisa Menang Lawan Siapapun'

‘Napoli Bisa Menang Lawan Siapapun’

Napoli kini menjadi underdog kala bertamu ke markas Real Madrid. Meski begitu, tak ada alasan bagi Napoli untuk gentar menyusul performa apiknya belakangan ini.

Partenopei akan menantang Madrid di Santiago Bernabeu, untuk melakoni laga leg I babak 16 besar pada Kamis (16/2/2017) dinihari WIB. Pertandingan tersebut menandai pertemuan pertama kedua kesebelasan di laga kompetitif.

Kendati menjadi juara Grup B, Napoli bisa disebut liliput di hadapan El Real. Pasukan Naples ini tak mempunyai reputasi yang mentereng di Eropa dengan pencapaian terbaiknya ‘hanya’ juara Piala UEFA pada 1988-89.

Sedangkan Madrid memiliki tradisi cemerlang yang dibuktikan dengan 11 trofi kompetisi antarklub tertinggi Eropa, termasuk dua titel juara Liga Champions dalam tiga musim terakhir.

Akan tetapi, Napoli sedang bagus-bagusnya. Tim besutan Maurizio Sarri ini tidak terkalahkan dalam 18 pertandingan terakhirnya di seluruh kompetisi. Situasi yang membuat Pepe Reina menatap Madrid dengan percaya diri.

“Aku tidak bisa kalah di pertandingan ini,” kata Reina kepada Gazzetta dello Sport. “Napoli akan harus bermain di atas lapangan tanpa kerumitan. Tim Sarri ini, bermain dengan kecepatan dan kualitas yang dipunya, bisa menang melawan siapapun.”

“Mereka, bagaimanapun, mesti percaya pada diri sendiri dan peluang menang mereka,” sambung kiper Napoli ini.

“Tak ada alasan untuk takut. Kalaupun Napoli kalah, mereka kalah melawan juara Eropa. Tidak ada yang akan terjadi. Kalau mereka menang, maka mereka akan menjadi fenomena, mengubah selamanya dari sebuah sudut pandang pribadi.”

“Aku mengira yang penampilan terbaik di pertandingan ini: Napoli bermain, berlari, menderita, berjuang, dan membuat banyak pengorbanan,” simpul mantan kiper Barcelona, Villarreal, Liverpool, dan Bayern Munich ini.