Souness Nilai Loew Kurang Amunisi Penyerang Jerman

Souness Nilai Loew Kurang Amunisi Penyerang Jerman

Souness Nilai Loew Kurang Amunisi Penyerang Jerman
Kondisi di lapangan memang semakin tidak terduga selama Piala Dunia 2018 kali ini. Hal ini berkaitan dengan tidak banyak yang menduga bisa melihat Jerman tersingkir secepat ini dari ajang Piala Dunia, terutama jika melihat materi skuat dan statusnya sebagai juara bertahan. Dan legenda Skotlandia, Graeme Souness, meyakini bahwa kurangnya kualitas di lini depan menjadi penyebabnya.

Seperti halnya belum lama ini saat timnas Jerman secara mengejutkan kalah dari wakil Asia, Korea Selatan, pada laga terakhir fase grup di mana mereka hanya butuh satu gol saja untuk lolos. Kekalahan itu lalu menjadi kabar baik untuk pesaingnya di grup F, yang tumbang di tangan Swedia. Karena inilah maka skuat asuhan Joachim Loew tersebut pun harus pulang dari Rusia lebih cepat dengan status sebagai juru kunci. Sedangkan Swedia dan Meksiko menjadi perwakilan grup F di babak 16 mendatang.

Padahal pemain Jerman saat ini terbilang mewah, dengan banyaknya pemain-pemain berkualitas dari klub besar. Tetapi Souness meyakini bahwa Die Panzer memiliki kekurangan pada lini depannya.

“Saya berpikir Jerman punya peluang, tapi mereka tidak punya pencetak gol. Seriap laga yang mereka mainkan, mereka mendominasi bola. Tapi mereka tidak punya striker. Dan itulah kenapa Inggris punya peluang besar karena Harry Kane. Ronaldo bisa membawa Portugal lolos, Messi bisa membawa Argentina lolos. Mereka spesial,” jelas Souness.

Namun lebih lanjut Souness menjelaskan bahwa minimnya amunisi tajam di lini depan menjadi salah satu faktor kegagalan Jerman. Ia menganggap ketidakhadiran striker yang bisa diandalkan membuat bentuk permainannya kacau.

“Jerman tidak punya bentuk karena mereka mengejar ketertinggalan. Mereka kalah di laga pertama, menang di laga kedua, lalu menjadi juru kunci. Itu hanya karena mereka harus mengejarnya,” pungkasnya.

Sang pelatih Joachim Loew hanya membawa tiga striker ke Rusia, yakni Mario Gomez, Timo Werner, dan juga Julian Brandt. Dua nama terakhir merupakan pemain muda yang minim pengalaman di level internasional.

%d bloggers like this: