Sardar Azmoun Memilih Pensiun Muda

Sardar Azmoun Memilih Pensiun Muda

Sardar Azmoun Memilih Pensiun Muda Sardar Azmoun memilih pensiun dari Timnas Iran pada usia 23 tahun. Sardar gantung sepatu karena sang ibu sakit, usai dirinya dihina dan diserang fans.
Publik Iran berharap banyak pada Sardar di Piala Dunia 2018. Sebelum turnamen digelar dia memang tampil impresif: membuat 23 gol dari 33 laga untuk Iran.

Tapi dia tak sekalipun menjebol gawang lawan di Piala Dunia. Iran sebenarnya tampil tak buruk-buruk amat, setelah menang 1-0 dari Maroko, mereka dibungkam Spanyol 0-1, dan bermain imbang 1-1 dengan Portugal.

Akibatnya Sardar mendapat banyak hinaan dan serangan dari suporter. Kondisi tersebut membuat ibunda Sardar sakit parah, dan pada akhirnya membuat striker Rubin Kazan yang dijuluki ‘Messi dari Iran’ itu memutuskan pensiun dari timnas.
“Bermain di kejuaraan besar bersama timnas adalah harapan bagi tiap pemain. Semua perjuangan saya dan rekan-rekan demi negara. Dengan segala upaya yang telah kami lakukan dan doa dari jutaan warga Iran, bermain bersama timnas Iran menjadi sebuah kebanggaan besar dan akan selalu saya ingat sepanjang hidup,” tulis Sardar pada akun Instagram @sardar_azmoun.

“Saya akan berkata dengan berat hati, dengan gejolak batin, saya harus memilih antara ini (timnas) dan ibu. Sakitnya semakin parah seiring dengan hinaan yang datang dari orang-orang tak bertanggung jawab kepada saya dan pemain Iran lain. Hal tersebut membuat saya harus memilih ibu.”

“Jangan pernah ragukan satu sama lain dan mencoba mengevaluasi sesuatu. Apakah mereka tahu bahwa di balik tawa ini ada sebuah kesulitan yang pahit? Demi ibu saya Alireza Jahanbakhsh, yang mendukung dan melupakan sakitnya, saya terus berdoa untuk kesehatannya.”
“Pada akhirnya saya berterima kasih. Terima kasih untuk Pelatih Carlos Queiroz, saya bersyukur dan bangga dengan segala momen bersama timnas. Juga mengapresiasi semua doa dan cinta yang datang untuk ibu serta mendoakan dia cepat sembuh,” jelasnya.

%d bloggers like this: