This is default featured slide 1 title

This is default featured slide 1 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 2 title

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Keluh Kesah Pep Guardiola Saat Tahu Manchester City Sudah Pasti Tanpa Trofi

Keluh Kesah Pep Guardiola Saat Tahu Manchester City Sudah Pasti Tanpa Trofi

Keluh Kesah Pep Guardiola Saat Tahu Manchester City Sudah Pasti Tanpa Trofi

Piala FA menjadi kesempatan terakhir pelatih asal Catalan itu untuk menciptakan sejarah baru bersama Manchester City. Harapan itu sempat muncul saat Sergio Aguero mencetak gol pembuka dalam laga semifinal kontra Arsenal.

Akan tetapi, The Gunners berhasil bangkit dan memenangkan laga dengan skor 2-1 dalam babak perpanjangan waktu, sekaligus mengantarkan City ke pintu keluar dari tiga kompetisi yang dijalaninya musim ini.

Kesulitan mencetak gol

City yang menjadi favorit kuat merengkuh gelar Premier League ketimbang Spurs dan The Blues di awal musim. Namun faktanya Guardiola hanya mampu meraih satu poin dari empat laga saat menghadapi Antonio Conte dan Mauricio Pochettino di Liga Inggris musim ini.

“Mencetak banyak gol dari kesempatan yang kami ciptakan. Tidak kebobolan dari peluang di dalam wilayah kami. Ini sulit untuk kami mencetak gol namun kami harus berkembang,” terang Guardiola soal performa Manchester City musim ini.

“Kami mencetak lebih banyak peluang ketimbang Arsenal. Kami mengontrolnya. Kami tidak menciptakan terlalu banyak namun ini tidak mudah ketika ada delapan sampai 10 pemain di sana,” keluhnya usai dikalahkan Arsenal.

“Kami melakukan segalanya dengan cara yang kami inginkan. Kami berjuang penuh sepanjang laga. Ada 10-20 menit ketika mereka mulai mengambil momen.”

Siap lepas pemain

“Arsenal pantas berada di sana. Kami membuat performa besar. Kami bermain seperti yang harus dilakukan untuk mencapai final. Kami melakukan segalanya untuk bermain, seperti yang Tottenham lakukan kemarin. Kami akan berkembang musim depan,”

“Kami akan berkembang di Liga Inggris. Beberapa pemain akan bertahan, beberapa lagi akan pergi. Saya selalu akan melakukan yang ingin saya lakukan di dalam hidup saya dan mencoba menjadi lebih baik. Kami akan menjadi lebih kuat.”

Pertandingan selanjutnya, Manchester City akan melakoni derby manchester menghadapi United di Etihad Stadium, Rabu (26/4).

Soal Satu Laga Tambahan Real Madrid

Soal Satu Laga Tambahan Real Madrid

Soal Satu Laga Tambahan Real Madrid

Striker andalan Barcelona, Lionel Messi, merasa senang dengan kemenangan gemilang yang diraih timnya atas Real Madrid akhir pekan lalu. Berkat tiga poin dari laga tersebut peluang Barca untuk mempertahankan mahkota La Liga kembali terbuka.

Jelang digelarnya partai El Clasico jilid kedua di musim 2016/2017, Barca sama sekali tidak diunggulkan. Bagaimana tidak, di saat Madrid terus menjaga tren kemenangan di liga dan tetap melaju jauh di Liga Champions, Barca malah bertindak sebaliknya. Los Cules beberapa kali tersandung oleh tim-tim yang lebih kecil seperti Malaga dan tersingkir dari Liga Champions usai digulingkan Juventus di babak perempat final.

Unggul head to head

Namun yang namanya derby klasik semua prediksi bisa dipatahkan dengan gampang. Tren bagus dan performa gemilang tidak menjanjikan kemenangan karena di atas lapangan hasilnya bisa berbeda 180 derajat dan ini terjadi pada El Clasico yang baru saja usai.

Unggul lebih dahulu lewat gol Casemiro, para pemain Madrid harus rela melihat gawangnya dijebol dua kali oleh Messi dan juga Ivan Rakitic. Sempat mengharapkan hasil imbang kala James Rodriguez kembali membuat kedudukan sama kuat, Messi muncul sebagai pembeda dan bikin satu gol penentu di masa injury time. Tiga poin di Santiago Bernabeu jadi milik La Blaugrana.

Dengan tambahan tiga angka perolehan poin kedua kesebelasan jadi seimbang 75 sama. Hanya selisih gol head-to-head yang membuat Barca berhak mengkudeta puncak klasemen sementara.

Klasemen Liga Spanyol Jornada 33.

Peluang pertahankan gelar

Ketimbang memusingkan keuntungan satu laga tersisa Madrid, Messi lebih memilih untuk menikmati kemenangannya bersama Barca.

“Kami pergi ke Bernabeu hanya untuk menang dan mempertahankan peluang kami mempertahankan gelar La Liga,” sebut Messi di akun Facebook pribadinya.

“Jalan menuju ke sana masih panjang namun kami sudah berhasil mengambil satu langkah penting.” tambah pemain lincah berjuluk La Pulga ini.

Selanjutnya tim papan bawah, Osasuna, yang akan jadi lawan Barca di lanjutan La Liga.

Legenda Manchester United Puji Kante Setinggi Langit

Legenda Manchester United Puji Kante Setinggi Langit

Legenda Manchester United Puji Kante Setinggi Langit

Legenda Manchester United, David Beckham memberikan pujian kepada N’Golo Kante yang menerima penghargaan sebagai pemain terbaik Premier League versi Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA).

Kante mendapat penghargaan setelah tampil baik dan mampu membangkitkan Chelsea yang musim lalu terjerembab dalam lembah hitam. Berkat kontribusi Kante, The Blues kini menjadi kandidat utama juara Premier League musim ini.

Penuh kerendahan hati

Menurut Beckham, Kante adalah sosok dengan segudang talenta. Selain kecepatan dan tenaga kuda yang dimilikinya, Kante juga dinilai sebagai pesepak bola yang memiliki kepribadian yang baik.

“Dia memiliki talenta yang spesial. Apa yang saya suka darinya, dia bermain dengan penuh kerendahan hati,” tutur suami Victoria Beckham itu.

“Saya dari Stamford Bridge beberapa waktu lalu ketika Manchester United bermain melawan Chelsea. Dia bermain dengan sangat rendah hati. Dia pekerja keras, bisa mengumpan bola dan mencetak gol juga,” lanjutnya.

“Ketika dia berlari melawan pemain lainnya, itu akan terjadi sebuah ketidaksengajaan atau tidak, dia dapat bereaksi dengan cara yang tepat dan itu mencerminkan kepribadiannya,” Beckham menambahkan.

Penghargaan Khusus Untuk Beckham

Beckham sendiri menghadiri acara PFA Awards karena ia mendapat sebuah penghargaan khusus bertajuk PFA Merit Award 2017 karena kontribusinya untuk United dan sepak bola Inggris.  Beckham telah mencatatkan 115 caps untuk tim nasional Inggris dengan menjabat sebagai kapten dalam 59 kesempatan di antaranya.

Dia juga sukses mempersembahkan enam titel Liga Inggris dan sebuah trofi Liga Champions bagi Setan Merah. Bersama kubu Old Trafford, dia pun sanggup menceploskan 85 gol.

“Saya 22 tahun bermain sepak bola  tidak pernah melihatnya sebagai sebuah pekerjaan,” ujar Beckham.

“Saya selalu memandangnya sebagai hobi karena saya akan melakukannya meskipun dibayar ataupun tidak. Saya menjalani impian saya dan mendapatkan dukungan dari banyak orang,” tutur Beckham.

Komentar Zidane Tentang Paksakan Bale Main Di El Clasico

Komentar Zidane Tentang Paksakan Bale Main Di El Clasico

Komentar Zidane Tentang Paksakan Bale Main Di El Clasico

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, menyatakan bahwa ia tidak menyesali keputusan untuk memainkan Gareth Bale di partai El Clasico kontra Barcelona meski berakhir pada kambuhnya cedera sang pemain. Keputusan itu sendiri diambilnya karena Bale memaksa untuk tetap turun meski belum fit benar.

Bale yang sebelumnya melewatkan pertandingan leg kedua babak perempat final Liga Champions melawan Bayern Munchen, rupanya malah dipasang sejak menit pertama di El Clasico. Padahal sebelumnya Zidane mengkonfirmasi jika winger kidal nan lincah asa Wales tersebut kondisinya tidak memungkinkan.

Hasilnya ternyata cukup fatal. Sebelum laga berakhir Bale sudah harus meninggalkan lapangan dengan kaki nampak kesakitan. Pemain 27tahun ini rupanya memang belum sembuh benar dari cederanya yang didapat di Allianz Arena, markas Bayern.

Gareth Bale kembali mengalami masalah setelah dipaksakan main di El Clasico, Senin (24/4/2017) dini hari WIB.

Zidane tak menyesali keputusannya

Selain kehilangan Bale, Madrid juga harus menahan malu karena dikalahkan sang musuh bebuyutan di rumah sendiri. Dua gol Madrid dari Casemiro dan James Rodriguez tidak berarti apa-apa karena Barca mampu bikin satu gol lebih banyak lewat kaki Ivan Rakitic dan juga brace Lionel Messi.

Tentang blunder pemilihan starting eleven rupanya Zidane tidak mau lama-lama terpuruk apalagi itu adalah keinginan Bale sendiri untuk ikut bermain. Pelatih muda yang akrab disapa Zizou ini lebih fokus untuk menyembuhkan cedera pemain andalannua tersebut.

“Gareth bilang jika ia mau ikut bermain, jadi aku tidak menyesalinya,” papar Zidane pada awak media.

“Ini adalah kejadian yang di luar kontrol kami. Senin nanti kami akan mencari tahu seberapa parah cederanya dan semoga saja tidak harus menepi dalam waktu lama.” tambahnya lagi.

Akibat kekalahan ini, Madrid kehilangan pucuk klasemen yang sudah dipegang hampir sepanjang musim. Meski demikian masih ada satu laga tunda yang belum dimainkan dan akan jadi kartu as terakhir los Galacticos untuk menjadi juara La Liga.

Makna Kemenangan El Clasico Bagi Lionel Messi

Makna Kemenangan El Clasico Bagi Lionel Messi

Makna Kemenangan El Clasico Bagi Lionel Messi

Bintang Barcelona, Lionel Messi merasa optimistis lagi setelah timnya berhasil memenangkan laga El Clasico untuk bisa membuka harapan menjuarai La Liga. Baginya memenangkan duel panas tersebut sangat penting dan prestisius.

Barcelona berhasil menaklukkan 10 pemain Real Madrid dengan skor 3-2 di Santiago Bernabeu, Senin (24/4). Meski begitu, Messi memperingatkan penggawa Blaugrana untuk tidak berlarut dengan euforia kemenangan ini karena masih ada jalan panjang untuk mengklaim juara LaLiga.

Kalah di El Clasico akan membuat harapan juara raksasa Catalan sirna, namun Messi menjadi pahlawan timnya usai mencetak gol kemenangan di detik-detik terakhir. Gol ke-500 Messi itu membuat Barca berhasil samai perolehan poin Madrid di tabel klasemen, tetapi mereka unggul selisih gol.

Real Madrid simpan satu laga

Los Blancos bisa menyalip Barcelona lagi dengan keunggulan tiga poin jika mereka bisa mengatasi perlawanan Celta Vigo di satu sisa laga yang mereka kantongi. Menanggapi hal tersebut, Messi masih tetap optimis timnya memiliki kesempatan untuk mempertahankan gelar domestik.

“Kami pergi ke Bernabeu untuk mencari kemenangan demi menjaga persaingan kami meraih gelar LaLiga,” tulis Messi di akun sosial medianya.

“Masih ada jalan panjang, namun kami melewati ini dengan kegembiraan untuk mengambil langkah penting.”

Gol menit akhir

Dalam pertandingan tersebut, Madrid harus bermain dengan 10 orang pemain sejak menit ke-77, usai melakukan tekel dua kaki kepada Lionel Messi. Dari situlah ritme permainan berubah total, Madrid yang tengah tertinggal justru bermain sangat terbuka dan berhasil menyamakan skor 2-2 pada menit ke-85 lewat sepakan James Rodriguez.

Tak menyadari akan serangan balik yang bisa saja terjadi, kubu Madrid lengah. Sehingga membuat Messi melukai seisi stadion dengan gol pada menit terakhir injury time yang menyegel kemenangan.

Pertandingan berikutnya, Barcelona akan menjamu tim juru kunci Osasuna di Camp Nou, Kamis (27/4). Sedangkan pada hari bersamaan Los Blancos bakal melawat ke kandang Deportivo La Coruna, yang mana pernah mempecundangi Azulgrana di tempat yang sama.

Defoe Dapat Pujian-Pujian Dari Lallana

Defoe Dapat Pujian-Pujian Dari Lallana
Defoe Dapat Pujian-Pujian Dari Lallana

Defoe Dapat Pujian-Pujian Dari Lallana

Jermaine Defoe tampak tampil seperti saat masih berusia 25 tahun dalam laga dengan Lithuania. Adam Lallana menyanjung stiker gaek itu atas gol yang berhasil dibuat.

Defoe berhasil menyumbang satu gol dalam kemenangan 2-0 Inggris kontra Lithuania, Minggu (26/3/2017), dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018. Gol tersebut jadi pembuktian kelayakannya untuk terus berseragam timnas, setelah terakhir kali tampil pada 2013 kontra Chile.

Penampilan pemain 34 tahun itu mendapat pujian dari Lallana. Gelandang Liverpool itu seperti melihat Defoe yang masih berusia 25 tahun.

“Ini terasa seperti Anda bermain dengan Jermain Defoe yang berusia 25 tahun. Ayah saya sering mengajak saya menyaksikan Bournemouth (klub Defoe terdahulu) ketika dia (Defoe) secara luar biasa mengemas gol di 10 pertandingan beruntun, jadi untuk bermain bersama dia di Inggris terasa seperti mimpi,” kata Lallana yang baru pertama kali satu tim dengan stiker Sunderland tersebut.

“Namun, dia adalah Defoe yang selalu Anda kenal. Anda bertaruh uang bahwa dia akan mencetak sebuah gol, dan dia melakukannya untuk membantu kami dalam perjalanan,” sambung Lallana seperti dilansir Soccerway.

“Saya rasa semua orang merasa demikian, itu adalah Defoe yang Anda harapkan. Dia pantas mendapatkan ini. Di musim ini dia memainkan permainan terbaiknya, mencetak banyak gol.”

“Dia mencetak gol melawan Liverpool ketika tampil, kalau tidak salah dua gol. Saya rasa dia pantas di sini dan telah membuktikan siapa dia, apa yang bisa ia beri dan dia merupakan opsi untuk Rusia tahun depan,” tandasnya.

Siap Melatih Lagi, Macini Prioritaskan Klub Eropa

Siap Melatih Lagi, Macini Prioritaskan Klub Eropa
Siap Melatih Lagi, Macini Prioritaskan Klub Eropa

Siap Melatih Lagi, Macini Prioritaskan Klub Eropa

Roberto Mancini siap melatih lagi setelah hampir setahun mengganggur. Soal di mana dia akan melatih, Mancini memprioritaskan klub-klub Eropa.

Mancini tanpa pekerjaan sejak dipecat Inter Milan di musim panas lalu. Padahal Mancini saat itu tengah menjalani sesi pramusim namun hasil buruk yang dituai Nerazzurri membuat Mancini dipecat.

Padahal Inter sebelumnya baru saja dibawa Mancini finis empat besar yang merupakan peringkat terbaik mereka sejak runner-up di musim 2010/2011.

Kekecewaan itu lantas masih dirasakan oleh Mancini sampai saat ini mengingat dia tengah membangun Inter sejak diangkat lagi jadi pelatih klub itu pada pertengahan musim 2014/2015.

“Saya membuang-buang waktu 1,5 tahun ketika meninggalkan Inter dan itu sangat mengecewakan. Saya yakin jika saya bertahan maka kami akan bisa bersaing dengan Juventus,” ujar Mancini di Soccerway.

Kini Mancini sudah melupakan jauh-jauh musim panas yang buruk itu dan siap menata hidup baru lagi. Pria 49 tahun itu sedang menunggu tawaran klub-klub Eropa.

“Saya ingin melatih Timnas Italia di masa depan. Memimpin negara itu adalah ambisi puncak bagi setiap pelatih,” sambungnya.

“Meski untuk saat ini saya ingin terus bekerja sebagai pelatih tim.”

“Saya rasa saya tidak akan pergi ke China. Mereka memberi tawaran, tapi saya tolak karena bagi saya sepakbola yang sebenarnya adalah Eropa.”

“Saya kira melatih di luar negeri itu akan cocok. Mungkin di Spanyol atau di Prancis.”

“Saya sudah melatih di Inggris dan juara di sana. Tapi Anda tidak akan pernah tahu jika Anda tawaran yang tepat datang,” tutup Mancini.

 

Verratti Buka Peluang Untuk Gabung Dengan Klub Lain

Verratti Buka Peluang Untuk Gabung Dengan Klub Lain
Verratti Buka Peluang Untuk Gabung Dengan Klub Lain

Verratti Buka Peluang Untuk Gabung Dengan Klub Lain

Marco Verratti tak menutup kemungkinan suatu saat kembali ke Italia dan memperkuat salah satu klub Serie A. Klub mana kira-kira yang beruntun mendapatkannya?

Verratti sudah bermain di Paris St-Germain sejak 2012 dan jadi salah satu gelandang top Eropa yang memikat hati banyak klub besar. Namun dia belum pernah sama sekali merumput di Serie A.

Saat itu PSG membeli Verratti dari Pescara menyusul performa apiknya membawa klub itu promosi dari Serie B. Wajar saja ada keinginan kuat untuk Verratti merumput di Serie A.

Apalagi sebagai anggota timnas Italia saat ini, Verrati sudah banyak mendengar cerita soal persaingan seru di kompetisi sana. Tentu saja ini bikin Verratti penasaran.

Rasa penasaran Verratti itu lantas jadi kabar baik untuk klub-klub Italia seperti Juventus dan Inter Milan yang dikabarkan meminati gelandang 23 tahun tersebut.

“Saya selalu dekat dengan rekan-rekan setim, saya merasa seperti di rumah dan selalu mendapat tempat di hati fans Paris St-Germain,” ujar Verratti seperti dikutip Soccerway.

“Saya baik-baik saja di Paris, saya akan bicara dengan klub dan kita lihat pilihan yang terbaik,” sambung Verratti.

“Saya bahagia dia sana. Serie A adalah liga yang hebat, sama seperti di Inggris atau Spanyol, jadi jika suatu hari saya meninggalkan paris, saya akan mengevaluasi dan melihat apa yang harus dilakukan.”

“Saat ini ada tim-tim yang punya dana besar, seperti Inter dan Juventus. Saya rasa Juve adalah salah satu dari empat tim terbaik dunia dan akan makin kuat untuk 3-4 tahun ke depan. Jika suatu hari saya meninggalkan Paris, saya mau saja pindah ke Serie A,” tutupnya.

 

Defoe Masuk Timnas, Shearer: Dimana Striker Inggris Lainnya?

Defoe Masuk Timnas, Shearer: Dimana Striker Inggris Lainnya?
Defoe Masuk Timnas, Shearer: Dimana Striker Inggris Lainnya?

Defoe Masuk Timnas, Shearer: Dimana Striker Inggris Lainnya?

Tak yang tidak memuji gol Jermain Defoe ke gawang Lithuania. Tapi kembalinya sang striker ke Timnas Inggris justru menunjukkan negara tersebut kekurangan striker.

Demikian diungapkan mantan striker timnas Inggris, Alan Shearer. Pemanggilan kembali Jermain Defoe yang sudah empat tahun tidak bermain di tim nasional Inggris dirasa agak memalukan. Namun kembalinya Defoe ke tim nasional Inggris masih pantas, ia membuktikan masih bisa mencetak gol di pertadingan kemarin.

“Di mana striker Inggris lainnya?” cetus Shearer dalam kolom yang dia tulis di The Sun.

Karena Harry Kane tengah cedera, Inggris masih punya striker lain dalam diri Jamie Vardy. Tapi Vardy cuma jadi pilihan kedua Gareth Southgate di pertandingan itu, meski dia kemudian juga bikin gol.

Kondisi kinu berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Shearer, yang kini berumur 46 tahun, mengatakan betapa banyaknya pilihan striker yang dimiliki Inggris pada zamannya bermain.

“Pada saat saya masih bermain kami memiliki, Teddy Sheringham, Les Ferdinand, Andy Cole, Robbie Fowler, Ian Wright, Chris Sutton, Stan Collymore, Matt le Tissier, David Hirst, dan sepertinya masih banyak lagi striker yang lain,” ujar Shearer.

Terdapat beberapa alasan juga terkait kekurangannya striker di tim nasional Inggris. Banyaknya dari tim Liga Inggris yang memakai striker dari luar Inggris. Hal tersebut membuat striker-striker muda tidak dapat berkembang dengan baik. Pada akhirnya pilihan striker pun akan sangat minim.

Striker Inggris yang diperkirakan akan menjadi pemain hebat adalah, Marcus Rashford. Akan tetapi, sangat sulit untuknya bersaing di tangan Jose Mourinho di Manchester United. Pasalnya Mourinho akan membeli penyerang yang berkelas di musim panas depan.

“Tampaknya jika Rashford ingin sukses dia harus bermain di sayap kiri di United, namun Inggris lebih menginginkan Rashford untuk bermain menjadi penyerang,” ujar mantan penyerang Newcastle United itu.

Shearer juga mengatakan kekhawatirannya akan keinginan para pemain muda tidak sama. Lebih tepatnya tujuan mereka di level internasional.

“Mereka (pemain muda) tidak mengharuskan diri mereka untuk sukses bersama Inggris di turnamen besar untuk menjadi jutawan dan mengatur hidup mereka. Tampaknya cara pikir mereka sudah tidak dapat diubah. Pada awalnya saya tidak khawatir dengan hal tersebut, namun sekarang hal itu membuat saya takut,” kata mantan pemain Blackburn Rovers itu.

Bukan cuma kekurangan striker, Inggris kini juga disebutnya kekurangan pemain gelandang.

“Jika menyangkut masalah tersebut, kita pernah memiliki gelandang sekelas Steven Gerrard, Frank Lampard dan Paul Scholes. Kita kekurangan pemain yang berbakat dan itu adalah masalah utamanya,” tuntas pemain dengan total 283 gol di Liga Inggris itu.

Tinggalkan Chelsea, Hazard Akan ke Real Madrid ?

Tinggalkan Chelsea, Hazard Akan ke Real Madrid ?
Tinggalkan Chelsea, Hazard Akan ke Real Madrid ?

Tinggalkan Chelsea, Hazard Akan ke Real Madrid ?

Real Madrid telah mengadakan ‘pembicaraan positif’ dengan pemain bintang asal Chelsea, Eden Hazard. Pembicaraan tersebut terkait dengan pertukaran pemain asal Belgia itu ke Spanyol.

Demikian dikabarkan oleh media asal Inggris, The Sun. Hazard malah dikabarkan sudah belajar bahasa Spanyol demi memuluskan kepindahannya.

Presiden Los Blancos, Florentino Perez telah memberi tanda kalau klubnya sudah siap mengeluarkan dana yang besar. Bintang Chelsea itu adalah target utama mereka. Sementara itu, pelatih Real Madrid Zinedine Zidane dan Hazard sempat saling melontarkan pujian beberapa tahun terakhir.

Zidane sangat memuji pemain berumur 26 tahun itu. Zidane melontarkan pujiannya sebelum menghadapi Chelsea di International Champions Cup di Michigan, Amerika, Juli lalu.

“Dia adalah pemain yang sangat amat hebat. Tentu saja semua klub menginginkan pemain yang hebat, tetapi dia adalah pemain Chelsea,” ucap Zizou ketika itu.

“Saya selalu senang ketika mendengar pemain yang saya gemari ketika saya kecil membicarakan saya,” ujar Hazard di Website asal Belgia Sudinfo.be tahun lalu.

Ketika ditanyakan apakah dia ingin bermain untuk Zidane, Hazard menambahkan, “Ya tentu saja. Ketika saya masih kecil, saya menontonnya dari televisi dan internet untuk beberapa jam,” tambah Hazard di The Sun.