Milano Dan Rubiales Tetap Harapkan Pique

Milano Dan Rubiales Tetap Harapkan Pique

Milano Dan Rubiales Tetap Harapkan Pique
Menjadi anggota timnas tentu saja ada syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah masalah umur yang tidak boleh lebih dari tiga puluh tahun agar stamina dari para pemain lebih baik. Ini berkaitan dengan umur salah satu andalan Spanyol, Gerard Pique yang telah menginjak kepala tiga. Karena itulah diprediksikan kariernya bersama timnas Spanyol mungkin saja akan segera berakhir. Akan tetapi direktur olahraga La Furia Roja, Jose Molina, menginginkan bek Barcelona itu pikir ulang lagi.

Sebagaimana yang kita tahu bahwa bersama bek Real Madrid, Sergio Ramos, Pique menjadi salah satu sosok yang membuat pertahanan Spanyol selalu kokoh. Berkat itu, La Furia Roja sempat meraih gelar Piala Dunia di tahun 2010 dan Piala Eropa 2012.

Namun dengan umurnya yang sekarang, 31 tahun, Pique mungkin saja akan terlalu tua untuk pagelaran Piala Dunia selanjutnya. Tetapi tenaganya masih akan dibutuhkan Spanyol di Piala Eropa yang akan berlangsung di tahun 2020 mendatang.

Karena itulah maka Molina berharap bahwa sang pemain tetap akan bersedia untuk terus membela timnas dalam beberapa tahun ke depan. Namun, semua keputusan tentang pemain Spanyol akan diserahkan kepada sang pelatih.

“Dia adalah pemain yang luar biasa dan saya ingin dirinya terus melanjutkan karir bersama timnas. Tapi semuanya tergantung pelatih, saya tidak ingin ada pemain Spanyol yang mengundurkan diri dari timnas,” kata Molina.

Apa yang menjadi harapan dari Molina juga sama dengan yang diberikan oleh Presiden federasi sepakbola Spanyol, Luis Rubiales. Rubiales berharap semua pemain kembali mempertimbangkan kembali keputusannya untuk mengundurkan diri.

“Untuk seorang pemain Spanyol, tidak ada yang lebih baik dari mengenakan seragam timnas. Saya berharap semuanya ingin bermain, kecuali karena umurnya. Kami melakukan yang terbaik untuk timnas,” ujar Rubiales.

Memang di Piala Dunia 2018 ini Gerard Pique gagal membawa Spanyol melangkah lebih jauh dan kandas di babak 16 besar. Skuat asuhan Fernando Hierro tersebut harus mengakui keunggulan tuan rumah, Rusia, melalui drama adu penalti.

%d bloggers like this: