Mahrez Musim Ini Berbeda dari Mahrez Musim Lalu

Mahrez Musim Ini Berbeda dari Mahrez Musim Lalu
Mahrez Musim Ini Berbeda dari Mahrez Musim Lalu

Mahrez Musim Ini Berbeda dari Mahrez Musim Lalu

Perjalanan Leicester City musim ini tidaklah sama dengan musim lalu. Demikian halnya Riyad Mahrez, yang juga menampilkan performa berbeda.

Sampai dengan pekan 24 Premier League musim ini sang juara bertahan Leicester masih terpuruk di posisi 16 papan klasemen dengan 21 poin, cuma terpaut satu angka dari tim teratas di zona degradasi.

Sementara pada musim lalu, sampai dengan jumlah pekan yang sama ‘Si Rubah’ bercokol di peringkat teratas papan klasemen yang juga terus ditempati sampai mereka jadi juara di akhir musim.

Itu terjadi seiring dengan perbedaan performa yang ditampilkan oleh Mahrez buat Leicester di Premier League pada musim lalu dibandingkan dengan musim ini.

Performa Mahrez musim lalu bukan cuma membuatnya jadi pemain Aljazair pertama yang punya medali juara Premier League, melainkan juga menggondol penghargaan Pemain Terbaik versi Asosiasi Pesepakbola Profesional Inggris (PFA) — yang turut mengantarnya jadi Pemain Terbaik Afrika 2016.

Pencapaian itu disabet pesepakbola berusia 25 tahun tersebut berkat keberhasilan menandai kiprahnya di Premier League musim 2015-16 dengan 17 gol ditambah dengan 11 assist.

Musim ini Mahrez telah menjalani 22 pertandingan di Premier League dengan mencetak tiga gol, seluruhnya dari penalti, dan dua assist. Tiga gol Mahrez itu dibuatnya pada bulan Agustus dan November (dua gol).

Musim lalu, banyak dari gol dan assist Mahrez lahir setelah ia melakukan aksi menggiring bola untuk mengecoh pemain lawan. Musim ini tidak demikian, sebagaimana terungkap dari statistik BBC.

– Musim lalu Mahrez membuat satu peluang besar setiap 153 menit. Musim ini ia membuat satu peluang besar setiap 338 menit.

– Musim lalu persentase kesukesan Mahrez menggiring bola mencapai 51%. Musim ini cuma 42%.

– Musim lalu Mahrez melakukan giringan bola per 12 menit. Musim ini ia melakukan giringan per 14 menit.

– Salah satu yang terbilang penting, khususnya dalam aspek assist, musim lalu Mahrez rata-rata mengirim bola ke sepertiga lapangan akhir setiap 17,6 menit. Musim ini cuma setiap 19,7 menit.

“Ia merasa frustrasi,” ujar Manajer Leicester City Claudio Ranieri diLeicesterMercury.co.uk. “Ia lebih memahaminya ketimbang saya — assist, gol, musim lalu ia bikin sedemikian banyak gol. Ia sekarang tak bikin banyak gol. Tentu saja ia frustrasi.”

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: