Liverpool Makin Percaya Diri

Liverpool Makin Percaya Diri

Liverpool Makin Percaya Diri Kemenangan 3-2 atas Paris Saint-Germain (PSG), Rabu (19/9), membuat Liverpool makin percaya diri menatap musim ini. Bahkan, sang juru taktik Juergen Klopp sampai mengibaratkan, tidak ada gunung yang tidak bisa didaki penggawa the Reds musim ini.

Apa yang dikatakan Klopp memang bukan omong kosong karena bahagia sesaat. Di Liga Primer Inggris, Liverpool masih menjadi satu dari dua tim yang belum terkalahkan dalam lima laga. Sehingga, kemenangan the Reds atas PSG menjadi kemenangan keenam Si Merah secara beruntun musim ini.

”Jika Anda bermain melawan PSG Anda telah melangkah maju. Anda sudah meraih level selanjutnya,” ucap Klopp, dikutip dari Sky Sports, Rabu (19/9).

Klopp mengatakan, tiga tahun lalu orang-orang berpikir bahwa masih ada gunung yang tidak bisa didaki. Maksudnya adalah, Liverpool tidak mampu memenangkan gelar dari kompetisi yang diikuti. Musim lalu, Liverpool gagal di liga maupun di Liga Champions, meski berhasil sampai di final.

Menurut mantan pelatih Borrusia Dortmund tersebut, kemenangan atas PSG karena semua pemainnya bermain maksimal. Tidak ada pemain yang tidak memberikan 100 persen kemampuannya. ”Masih belum dipercaya, Anda tidak dapat merencanakannya. Apa yang anak-anak lakukan membuat rencana pertandingan luar biasa. Jika satu dari mereka tidak melakukan maksimal, pertandingan usai,” jelasnya.

Klopp mengungkapkan kunci kemenangan Liverpool tersebut. Ia menilai anak asuhnya bermain secara terorganisasi, hati yang besar dan komunikasi yang baik. Ia juga menyatakan bahwa hampir 11 pemainnya membantu tim dalam bertahan saat ditekan.

Kemenangan itu makin spesial bagi Klopp karena didapatkan di Anfield. Dirinya mengaku kagum dengan atmosfer yang luar biasa di stadion sepanjang pertandingan. ”Atmosfer sangat fantastis,” ujarnya.

Pelatih PSG Thomas Tuchel pun seolah masih tak percaya timnya dikalahkan oleh juara lima kali Liga Champions tersebut. Tuchel menilai skuatnya bermain baik dalam laga tersebut, terutama di babak pertama.”Mungkin skor tidak menunjukkan cerita dari pertandingan. Hasilnya tidak logis atau benar,” kata dia.

%d bloggers like this: