Karius Tegaskan Liverpool tak Pernah Memintanya Pergi

Karius Tegaskan Liverpool tak Pernah Memintanya Pergi

Karius Tegaskan Liverpool tak Pernah Memintanya PergiMantan kiper Liverpool, Loris Karius, menegaskan bahwa ia tidak pernah disuruh untuk meninggalkan klub setelah performa buruknya di final Liga Champions musim lalu. Banyak yang beranggapan ia dipinjamkan ke Besiktas karena kesalahan beruntunnya saat kekalahan 1-3 the Reds dari Real Madrid.

Tetapi pemain 25 tahun itu menepis rumor tersebut dan mengatakan Liverpool tidak pernah menyuruhnya pergi. Ia bahkan masih berhubungan baik dengan skuat the Reds.

“Tidak ada yang memberi tahu bahwa saya harus pergi. Tidak ada jalan keluar dari Liverpool. Saya masih memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang di sana,” kata dia, dikutip dari ESPN, Senin (24/9).

Karius mengatakan, tidak ada masalah antara ia dan sang pelatih Juergen Klopp. Bahkan, Klopp kerap menghubunginya untuk memberi semangat. Tetapi tekanan media dan publik membuatnya cukup sadar, bahwa itu bukan situasi yang baik untuknya.

“Klopp memanggil saya beberapa kali selama liburan untuk menyemangati. Tidak ada masalah di antara kami. Dia tidak pernah menyalahkan saya (untuk kekalahan). Tetapi tekanan di media dan publik meningkat dan Liverpool harus bereaksi. Itu bukan situasi yang baik bagi saya, tetapi hal-hal seperti itu terjadi dalam sepak bola,” tuturnya.

Ia yakin, kedatangan Alisson Becker membuat jam terbangnya akan berkurang, Inilah alasan Karius lebih memilih untuk dipinjamkan. Ia mengaku masih ingin menjadi pemain nomor satu dengan waktu bermain yang lebih banyak.

“Saya bisa saja tinggal di Liverpool dan memainkan beberapa pertandingan, tetapi saya ingin menjadi nomor satu (di tim lain) dan mendapatkan waktu bermain reguler,” kata dia.

Karius tahu kualitasnya akan terus dipertanyakan. Yang bisa ia lakukan adalah menjawabnya dengan keberhasilan di Besiktas. Ia ingin belajar dari Oliver Kahn yang mampu bangkit dari keterpurukannya

“Saya tidak bisa mengulangnya, itu masa lalu, ssudah berakhir. Oliver Kahn juga membuat kesalahan besar di final Piala Dunia 2002 dan kembali dengan lebih kuat,” kata dia.

Ia mengaku lebih fokus pada itu daripada memikirkan tentang berapa lama final Liga Champions menghantuinya. Karus menegaskan ingin melupakannya daripada terganggu dengan semuanya.

%d bloggers like this: