Category Archives: Liga Italia

Totti Optimis Spalletti Bisa Bawa Roma Pada Kemenangan

Totti Optimis Spalletti Bisa Bawa Roma Pada Kemenangan
Totti Optimis Spalletti Bisa Bawa Roma Pada Kemenangan

Totti Optimis Spalletti Bisa Bawa Roma Pada Kemenangan

Kendati mendapatkan menit bermain yang minim, Francesco Totti  tetap bersikap obyektif terhadap Luciano Spalletti. Dia optimistis Spalletti mampu membuat AS Roma juara suatu hari nanti.

Totti jarang diturunkan musim ini. Pemain 40 tahun itu cuma merumput dalam 11 pertandingan Serie A musim ini dengan satu kali sebagai starter. Dia baru mencetak satu gol.

Situasi itu pernah membuat istrinya Ilary Blasi naik pitam. Dia memberikan penilaian buruk terhadap Spalletti. Namun kemudian Ilary meminta maaf dan keduanya telah berbaikan.

Totti menilai kepemimpinan Spalletti membawa optimisme Roma untuk bisa juara. Meskipun, itu berarti dia berpotensi besar tak dimainkan lagi atau bahkan harus meninggalkan klub.

“Hal pentingnya dalam wawancara ini adalah jangan melihat saya yang mengatakannya. Meskipun, tidak mudah untuk memberikan penilaian sementara saya hanya bermain selama lima menit. Hal itu bukan karena Spaletti, memang sulit secara umum,’ kata Totti seperti dikutip Football Italia.

“Ketika istri saya, Ilary, menyudahi wawancara dengan Gazzetta dello Sport (salah satu media di Italia), dia tertawa saat dia bilang kalau Spaletti bukan pelatih besar. Saya rasa dia bercanda.

“Apakah kalian menginginkan saya teken kontrak namun kemudian tidak bermain. Kerja sama macam apa itu?

“Spalletti jelas-jelas adalah seorang pelatih yang kuat. Dia bisa menjadi juara bersama Roma dan melayani kota ini. Dia memahami lingkungannya dan saya di akhir karier saya ini sudah semestinya memikirkan masa depan saya sendiri,” tutur dia.

Saat ini Roma ada di urutan kedua papan klasemen Serie A dengan 53. I Lupi berjarak delapan poin dari Juventus yang menjadi pemuncak tabel.

Berusia 40 Tahun, Totti Masih Berhasrat Tetap Bermain

Berusia 40 Tahun, Totti Masih Berhasrat Tetap Bermain
Berusia 40 Tahun, Totti Masih Berhasrat Tetap Bermain

Berusia 40 Tahun, Totti Masih Berhasrat Tetap Bermain

Francesco Totti saat ini sudah berusia 40 tahun namun dirinya masih memiliki hasrat untuk tetap bermain di lapangan hijau musim depan.

Totti baru saja genap berusia 40 tahun pada 27 September lalu. Kontrak Totti akan berakhir usai musim ini selesai tetapi Totti masih belum bisa memutuskan bagaimana masa depannya dengan pasti.

“Saya bisa jadi salah satu jajaran direksi AS Roma pada tahun depan. Namun bisa saja saya masih ada di luar sana, bermain sepak bola di lapangan,” tutur Totti kepada Canale 5 seperti dikutip dari Goal.

Presiden Roma James Pallotta sendiri sudah menawarkan kontrak enam musim sebagai direktur di Roma tetapi Totti masih belum memberikan jawaban jelas terhadap hal itu.

“Bisa saja saya jadi agen dan berusaha mencari pemain berikutnya yang memiliki potensi jadi juara. Saya memiliki pengalaman yang cukup di dunia sepak bola,” kata Totti.

Sejak dirinya bergabung dengan Roma pada usia 13 tahun, Totti tak pernah merasa tertarik untuk hijrah ke klub lain. Pemain kelahiran 27 September ini selalu setia dengan Roma meski klub tersebut mengalami pasang-surut prestasi.

Selama 25 tahun bersama Roma, Totti sendiri hanya mampu menghadirkan satu scudetto, dua trofi Piala Italia, dan dua trofi Piala Super Italia.

Di level tim nasional, Totti adalah anggota Timnas Italia saat mereka jadi juara Piala Dunia 2006.

Sempat Tertinggal, Juve Akhiri Dengan Taklukan Napoli

Sempat Tertinggal, Juve Akhiri Dengan Taklukan Napoli
Sempat Tertinggal, Juve Akhiri Dengan Taklukan Napoli

Sempat Tertinggal, Juve Akhiri Dengan Taklukan Napoli

Juventus berhasil mendapatkan hasil bagus pada duel leg pertama semifinal Coppa Italia menghadapi Napoli di Stadion Juventus. Meskipun sempat tertinggal lebih dulu, Juventus sukses mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 3-1.

Pada laga ini, Napoli berhasil mencetak gol lebih dulu di menit ke-36 lewat kombinasi apik Lorenzo Insigne-Arkadiusz Milik-Jose Callejon. Proses gol berawal dari umpan Insigne ke arah Milik. Milik lalu mengembalikan bola pada Insigne dengan tendangan tumit.

Setelah kembali menerima bola, Insigne melakukan penetrasi ke kotak penalti. Inisgne melihat Callejon ada pada posisi yang bagus sehingga ia mengirimkan umpan ke arah Callejon. Mantan striker Real Madrid ini kemudian sukses menaklukkan Neto yang mengawal gawang Juventus dengan penyelesaian yang dingin.

Tertinggal satu gol di babak pertama membuat Juventus berusaha keras mencari gol penyama kedudukan di babak kedua. Juventus kemudian berhasil mendapatkan gol penyama kedudukan saat pertandingan babak kedua baru berjalan dua menit.

Bianconeri mendapatkan tendangan penalti usai Paulo Dybala dijatuhkan oleh Kalidou Koulibaly di kotak terlarang. Dybala maju sebagai eksekutor dan sukses menunaikan tugasnya dengan baik. Ia mengirim bola ke pojok kanan gawang sedangkan Pepe Reina bergerak ke arah sebaliknya.

Setelah sukses menyamakan kedudukan, Juventus tampil semakin agresif. Pada menit ke-64, Juventus berhasil berbalik unggul lewat gol Gonzalo Higuain. Higuain yang sebelumnya merupakan bomber Napoli ini mampu memanfaatkan kesalahan Pepe Reina yang berusaha memotong bola yang datang ke kotak penalti.

Bola justru berhasil disundul oleh Giorgio Chiellini ke arah Higuain. Meskipun posisi Higuain berada di sudut sempit, tetapi pemain asal Argentina itu berhasil mengirimkan bola ke dalam gawang karena Reina sudah tak ada pada posisi idealnya.

Lima menit berselang, Juventus kembali bersorak karena mereka sukses memperbesar keunggulan menjadi 3-1, lagi-lagi lewat eksekusi penalti Dybala. Wasit memberikan penalti setelah Reina dianggap melanggar Juan Cuadrado meskipun hal itu kemudian memunculkan protes dari kubu Napoli.

AS Roma Taklukan Torino !

AS Roma Taklukan Torino !
AS Roma Taklukan Torino !

AS Roma Taklukan Torino !

AS Roma berhasil meraih kemenangan 4-1 atas Torino pada partai lanjutan Serie A di Stadion Olimpico, Minggu (19/2/2017). Empat gol Roma dicetak oleh Edin Dzeko, Mohamed Salah, Leandro Paredes, dan Radja Nainggolan.

Berdasarkan catatan Lega Serie A, Torino sebenarnya tampil lebih mendominasi. Mereka memimpin penguasaan bola hingga 53 persen. Dari segi peluang, Roma memiliki 16 kans dan Torino cuma delapan.

Mengambil inisiatif, Roma langsung unggul cepat pada menit kesepuluh. Menerima operan Radja Nainggolan, Dzeko kemudian melepaskan tembakan dari luar kotak penalti tanpa mampu ditepis kiper Torino, Joe Hart.

Dzeko telah mengukir sebelas gol dari delapan pertandingan terakhir Roma di semua kompetisi musim ini.

Unggul 1-0, Roma semakin ngotot melancarkan gempuran. Gol kedua tuan rumah muncul pada menit ke-17 setelah Salah menghujamkan tendangan voli dari dalam kotak 12 pas.

Salah ikut berperan dalam 15 gol Roma dari 17 penampilan dia di Serie A lewat raihan sembilan gol dan enam assist!

Hanya berselang tiga menit seusai mengemas gol, Salah kembali mengancam gawang Torino melalui sepakan dari luar kotak terlarang. Namun, bola masih membentur tiang. Skor 2-0 untuk Roma bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Roma tidak mengendurkan tekanan. Bahkan, suporter tuan rumah kembali bersorak pada menit ke-65 setelah Paredes menceploskan gol dari tembakan jarak jauh.

Keasyikan menyerang, Roma kebobolan pada menit ke-84. Penyerang Torino, Lopez, dengan tenang menghujamkan sepakan terukur seusai menerima umpan matang Davide Zappacosta.

Tersengat dengan gol Torino, Roma kembali keluar menyerang. Pasukan Luciano Spalletti pun kembali membobol Hart. Nainggolan melepaskan tendangan keras setelah mendapat operan dari Francesco Totti.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 4-1 untuk Roma tetap tidak berubah.

Tiga poin membuat Roma mengoleksi 56 poin dan menempel sang pemuncak klasemen, Juventus (63). Sementara itu, Torino tertahan di peringkat ke-9 dengan mengumpulkan 35 poin.

Gol Tunggal Gabigol Bawa Kemenangan Untuk Bologna

Gol Tunggal Gabigol Bawa Kemenangan Untuk Bologna

Gol Tunggal Gabigol Bawa Kemenangan Untuk Bologna

Gabriel Barbosa atau biasa disapa Gabigol menjadi pahlawan Inter Milan saat melawat ke markas Bologna dalam lanjutan Serie A, di Stadion Renato Dall’Ara, Minnggu (19/2/2017).

Pada pertandingan ini, Gabigol menjadi pencetak gol semata wayang dan membawa Inter memetik kemenangan tipis 1-0.

Bertindak sebagai tim tamu tak membuat Inter tertekan. Sebaliknya, berdasarkan statistik Lega Serie A, mereka sanggup menguasai bola hingga 55 persen.

Pasukan Stefano Pioli juga tercatat melepaskan tujuh temmbakan tepat sasaran dari 11 percobaan.

Laga  babak pertama berlangsung cukup menarik. Kedua tim sama-sama melancarkan serangan dan menorehkan sejumlah peluang.

Akan tetapi, berbagai upaya dari kedua kubu belum membuahkan hasil. Babak pertama ditutup dengan skor imbang tanpa gol.

La Beneamata, julukan Inter, semakin gencar menebar ancaman saat pertandingan memasuki babak kedua.

Peluang tercipta dari sepakan Eder pada menit ke-55. Namun, usaha yang dilakukan eks pemain Sampdoria itu masih mengarah tepat ke kiper Bologna, Angelo Da Costa.

Untuk menambah daya gedor, Pioli menurunkan Gabigol, menggantikan Antonio Candreva pada menit ke-74.

Strategi yang dilakukan Pioli tersebut rupanya tepat. Baru tujuh menit tampil di lapangan, Gabigol berhasil memecahkan kebuntuan.

Proses gol diawali dengan umpan terobosan Danilo D’Ambrosio yang dituntaskan dengan baik oleh Gabigol ke gawang Bologna.

Sebagai catatan, gol tersebut adalah yang pertama bagi Gabigol sejak memperkuat Inter pada musim panas 2016.

Berada dalam posisi unggul tak membuat Inter lantas bertahan demi mempertahankan kedudukan. Mereka justru tetap menjaga serangan dan tampak berupaya keras mencetak gol kedua.

Meski demikian, hingga wasit Paolo Mazzoleni meniupkan peluit panjang, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta.

Dengan kemenangan ini, Inter naik ke posisi keempat dengan raihan 48 poin. Mereka hanya unggul selisih gol dengan Atalanta yang berada di bawahnya.

Milan Lanjutkan Misinya Untuk Masuk Zona Eropa

Milan Lanjutkan Misinya Untuk Masuk Zona Eropa
Milan Lanjutkan Misinya Untuk Masuk Zona Eropa

Milan Lanjutkan Misinya Untuk Masuk Zona Eropa

Setelah kembali ke jalur kemenangan, AC Milan akan melanjutkan upayanya untuk bisa masuk ke zona Eropa. Misi Milan itu akan mendapat ujian dari Lazio.

Milan mengakhiri rentetan kekalahannya dengan kemenangan dramatisnya atas Bologna. Bermain dengan sembilan orang, Rossoneri nyatanya mampu keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0 lewat gol semata wayang Mario Pasalic di menit-menit akhir.

Sebelum menang atas Bologna, Milan menelan tiga kekalahan beruntun di Serie A. Hasil-hasil itu membuat mereka terlempar keluar dari zona Eropa. Kini Milan menempati posisi ketujuh dengan 40 poin, terpaut dua angka dari Inter Milan yang ada di posisi lima dan delapan angka dari Napoli yang ada di zona Liga Champions.

Milan selanjutnya sudah ditunggu Lazio di giornata 24. Tim arahan Vincenzo Montella itu akan tandang ke Stadion Olimpico, Selasa (14/2/2017) dinihari WIB.

Lazio sendiri merupakan rival Milan dalam perebutan tiket ke kompetisi Eropa. Biancoceleste saat ini menduduki posisi empat klasemen dengan 43 poin.

Menghadapi Lazio, Milan punya modal catatan head-to-head yang bagus. Dalam 37 duel terakhir di Serie A, Milan hanya kalah tiga kali dari Lazio, menang 16 kali dan imbang 18. Pertemuan terakhir kedua tim di San Siro di paruh pertama lalu dimenangi Milan dengan skor 2-0.

Tapi Milan tetap patut waspada. Sebab tiga kemenangan yang dipetik Lazio itu didapat dalam lima pertemuan terakhir di Olimpico.

Dari pertandingan lainnya, jalan lapang terbentang bagi Juventus untuk mempertahankan keunggulannya di puncak klasemen. Bianconeri akan tandang ke markas tim papan bawah, Cagliari, Senin (13/2/2017) dinihari WIB.

Juve baru saja menjauh dari kejaran rival-rivalnya lewat kemenangan atas Crotone. Gonzalo Higuain dkk. yang punya 57 poin kini unggul tujuh angka dari AS Roma yang ada di posisi kedua.

Roma sendiri akan meneruskan usahanya untuk terus mengejar Juventus dengan menghadapi Crotone. Sementara Napoli akan menjamu Genoa. Di laga lainnya, Inter yang rentetan kemenangannya telah diputus oleh Juve akan ditantang Empoli.